Sekarang printer merupakan salah satu bagian penting untuk banyak orang. Tanpa printer Anda pasti kesulitan untuk beraktivitas mencetak data atau gambar. Semakin hari perkembangan printer memang semakin canggih. Beragam merk menghadirkan bermacam teknologi. Namun, kemunculan perangkat printer yang semakin modern ini terkadang tidak dibarengi dengan pemahaman perawatan orang yang menggunakannya. Sehingga, tak jarang printer sering mengalami kerusakan tak lama ketika dipakai Nah, berikut kami berikan tips merawat printer agar awet dan tidak cepat rusak.
- Pakai Printer Sesering Mungkin supaya Mesinnya Jadi Lebih Optimal
Banyak orang yang merasa ingin menjaga barang dimilikinya dengan cara jarang atau bahkan tidak menggunakannya. Tetapi, ternyata hal tersebut justru salah besar bila dihubungkan dengan topik printer. Hal ini dikarenakan printer yang sering dipakai secara rutin akan memiliki kondisi mesin yang lebih optimal. Tentu saja dengan penggunaan printer yang tidak berlebihan.
Ketika printer jarang dipakai, tinta bisa kering. Selain itu, perangkat printer yang lama tidak digunakan dapat berefek fatal bagi kondisi printer head. Karat dan tinta yang mengering akan susah dibersihkan bila sudah menempel pada printer head dalam waktu lama.
- Ingat Untuk Perhatikan Kebersihan Printer
Saat selesai memakai printer lalu tidak ada rencana menggunakan dalam waktu dekat, tutuplah dengan kain lembut atau penutup khusus printer. Terutama di bagian Anda menaruh kertas yang rentan dimasuki debu dan kotoran. Kotoran yang masuk ke dalam bagian ini dan telah menumpuk dapat mengganjal kertas. Paling tidak, kotoran tersebut bisa terbawa masuk dan menempel pada printer head. Kondisi ini pasti akan mengganggu kualitas cetakan dan mengakibatkan printer head cepat rusak. Karena itu, pastikan kalian membersihkan printer secara berkala, setidaknya sekali dalam seminggu.
- Jangan Lupa Untuk Mematikan Printer Dengan Benar Jika Tak Digunakan
Selayaknya sebuah mesin, printer pun perlu waktu untuk beristirahat.Oleh sebab itu, ketika Anda belum ada rencana untuk memakai printer sebaiknya dimatikan saja. Dengan demikian, printer dapat sedikit istirahat dari tugasnya mencetak dokumen yang dibutuhkan. Dengan begitu terciptalah masa recovery yang mampu membuat printer menjadi lebih awet.
Anda juga perlu memerhatikan cara mematikan printer. Matikan printer dengan menekan tombol power, hal ini menyebabkan posisi cartridge kembali ketempat asalnya. Jangan mematikan printer dengan langsung mencabut stop kontak, selain berbahaya, hal ini bisa mengakibatkan printer cepat rusak. Walaupun hal tersebut jarang terjadi, tapi tidak ada salahnya Anda melakukan tindakan pencegahan dan antisipasi.
- Selalu Pakai Tinta Print Yang Sesuai Dengan Mesin Printer Kalian
Hal ini biasanya selalu diabaikan namun sebenarnya malah berdampak banyak pada keawetan printer. Selalu pakai tinta printer sesuai yang dianjurkan produsen. Pemakaian tinta original akan memberi hasil yang maksimal untuk setiap halaman yang dicetak.
Pakai tinta dari satu merek saja. Penggunaan tinta dari bermacam merek hanya akan berdampak hasil cetakan menjadi tidak maksimal. Hal ini karena umumnya level kepekatan warna dari setiap merek berbeda-beda. Hal ini harus Anda perhatikan jika memakai printer dengan sistem infus.
- Fatal Banget, Jangan Sampai Printer Kehabisan Tinta
Jika tinta mau habis segeralah isi ulang tinta cartridge printer, jangan menunggu cartridge kosong. Tinta yang kosong bisa mengakibatkan head cartridge menjadi tersumbat. Jangan sampai Anda tidak menyadari bahwa tinta sudah habis saat masih mencetak dokumen.
Bila Anda memakai printer dalam keadaan tinta kosong, pasti printer akan mengalami error. Keterlambatan Anda dalam mengisi tinta akan berakibat keadaan catridge menjadi tidak normal. Saat hal seperti ini sering terjadi, lama kelamaan cartridge tidak akan dapat berfungsi lagi.
- Jangan Mencetak Dalam Jumlah Banyak Sekaligus
Walaupun Anda mempunyai pekerjaan yang harus dicetak dalam jumlah yang cukup banyak, hindari printing terlalu banyak dalam waktu yang sama. Anda dapat mematikan printer untuk mengistirahatkannya sebentar sesudah mencetak dokumen. Setelah beberapa saat, Anda dapat menggunakan printer untuk mencetak kembali.
Hal ini disebabkan printer head sejatinya memiliki batas waktu bekerja. Saat Anda memaksa mencetak dalam jumlah banyak secara cepat, maka keadaan printer head pasti akan kelelahan. Inilah yang kemudian akan membuat performa printer menjadi menurun. Sebaiknya di tahap pertama cetaklah 25 lembar dahulu kemudian istirahatkan printer selama beberapa menit.
Itulah tips singkat dan mudah untuk merawat printer supaya lebih awet serta tahan lama yang dapat dilakukan sendiri dari bermacam kerusakan dengan melakukan perawatan yang baik dan teratur.
Bila Anda ingin menghemat pengeluaran kantor untuk biaya pembelian printer dan supply tinta serta toner, Kami juga merekomendasikan Anda untuk konsultasi bersama Tim Raja Printer. Kami menyediakan sewa printer sesuai budget Anda
Printer termasuk salah satu perangkat teknologi yang sudah lekat dengan aktivitas sehari-hari. Mau pelajar sampai para pekerja menggunakan mesin ini untuk menunjang kelancaran kegiatan mereka. Tetapi, saat memilih printer untuk kebutuhan, kita mungkin akan dihadapkan dengan dua pilihan utama, yaitu printer inkjet dan laserjet. Keduanya mempunyai karakteristik unik yang bisa memengaruhi kinerja dan hasil cetakan. Walaupun begitu, keduanya mempunyai peran yang sama, namun terdapat perbedaan printer inkjet dan laserjet.
Apa itu Printer Inkjet dan Laserjet?
Printer inkjet merupakan jenis Printer yang menggunakan tinta cair dan menyemprotkannya ke kertas titik demi titik sehingga menghasilkan gambar atau teks. Di sisi lain, printer laserjet memakai teknologi laser dan toner pigmen untuk menciptakan cetakan berkualitas tinggi.
Perbedaan Printer Inkjet dan Laserjet
Berikut ini adalah perbedaan printer inkjet dan laserjet yang dapat Anda perhatikan. Dengan mengetahui perbedaannya Anda akan dengan mudah menentukan printer yang akan digunakan untuk kebutuhan percetakan. Simak selengkapnya di bawah ini!.
1. Harga Printer
Perbandingan harga antara printer inkjet dan laserjet dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mempertimbangkan pilihan. Printer laserjet biasanya mempunyai harga yang lebih mahal dari printer inkjet. Awalnya, printer laserjet mempunyai harga yang terjangkau. Hal ini karena perangkat tersebut hanya bisa mencetak satu warna. Namun, seiring perkembangan teknologi, printer laserjet bisa mencetak banyak warna yang berefek pada peningkatan harga.
Di samping itu, harga printer inkjet lebih terjangkau di bawah satu juta. Printer inkjet pas untuk tugas percetakan yang sederhana, seperti mencetak surat atau dokumen perkantoran yang tak membutuhkan kualitas cetakan tinggi. Harga yang lebih rendah menjadi pilihan yang pas untuk Anda yang mempunyai anggaran terbatas dan cuma memerlukan pencetakan dasar.
2. Kualitas Hasil Cetak
Walaupun hasil cetakan hanya berupa warna hitam putih, perbandingan kualitas dapat terlihat di ketahanan kelembaban. Di printer laserjet, kualitas cetak yang diproduksi akan lebih tahan terhadap kondisi lembab. Hal ini disebabkan pemakaian toner sebagai media cetaknya.
Perbedaan lain yang paling terlihat oleh mata adalah terletak pada detail cetakan untuk hasil yang berwarna. Printer laserjet sanggup mencetak dengan tingkat detail yang tinggi. Hasil cetakan dari printer laserjet menciptakan gradasi warna yang lebih halus. Sebaliknya, printer inkjet terkadang menghasilkan gambar yang sedikit kabur atau buram. Sehingga, detail dalam hasil cetakan sulit terlihat jelas.
3. Kecepatan Printer
Selain harga dan kualitas cetak, kecepatan pada dua jenis printer ini juga berbeda. Printer inkjet dapat mencetak dalam waktu yang cukup wajar, yaitu sekitar satu menit untuk mencetak enam halaman. Namun, printer laserjet sanggup mencetak dengan durasi yang jauh lebih cepat. Dalam satu menit, printer laserjet bisa memproduksi hingga 20 halaman dokumen.
Perbandingan signifikan ini dapat terlihat saat mencetak dokumen dalam jumlah yang besar. Sehingga, Anda dapat menjadikan printer laserjet sebagai pilihan yang cocok karena lebih efisien untuk tugas cetak yang membutuhkan kecepatan.
4. Jenis Tinta
Perbedaan printer inkjet dan printer laserjet lainnya adalah dari segi jenis tinta yang digunakan. Printer inkjet memakai tinta cair yang tersedia dalam empat warna utama: hitam, cyan, magenta, dan kuning. Dalam proses pencetakan, tinta ini disemprotkan secara presisi ke kertas untuk mencampur dan menciptakan bermacam warna sesuai kebutuhan Anda.
Printer laserjet menggunakan tinta bubuk yang dikenal sebagai “toner” . Toner ini mempunyai kualitas yang sangat tinggi dan menghasilkan cetakan yang kering dan tahan lama. Toner bekerja dengan prinsip elektrostatis, di mana partikel-partikel toner yang bermuatan positif akan menempel pada permukaan drum yang telah diberi gambar oleh laser. Selanjutnya, toner direkatkan pada kertas dengan panas tinggi.
5. Perawatan Printer
Perbedaan printer inkjet dan laserjet selanjutnya terletak pada perawatannya. Ada perbedaan yang sangat terlihat antara printer inkjet dan laserjet. Printer inkjet condong lebih mudah dirawat sebab perawatannya hanya membersihkan komponen fisik dari debu dan kotoran. Hal ini termasuk membersihkan printhead dan menjaga cartridge tinta dalam keadaan baik.
Perawatan printer laserjet cenderung lebih rumit. Printer laserjet lebih rentan terhadap masalah seperti kertas menyangkut ketika mencetak. Bila hasil cetakan ada masalah, perbaikan printer laserjet dapat terasa lebih sulit untuk dikerjakan secara mandiri. sehingga, Anda perlu menghubungi teknisi. Selain itu, bila mau mengganti suku cadang pada printer laserjet, biayanya juga cenderung lebih mahal.
Tapi Anda tidak perlu khawatir untuk masalah perawatan printer Laserjet. Sebab Anda bisa sewa perangkat Printer tersebut di Raja Printer. Biar teknisi kami yang merawatnya.
6. Teknologi yang Digunakan
Setelah memahami bagaimana perawatan kedua jenis printer ini, Anda perlu mengetahui teknologi yang digunakan pada dua jenis printer ini juga berbeda. Printer inkjet memakai teknologi semprot yang terletak pada kepala cartridge tinta. Ini berarti printer inkjet mengeluarkan tinta dengan cara menyemprotkan ke titik demi titik permukaan kertas. Sehingga, proses ini akan mencetak gambar atau teks dari semprotan tinta cair.
Printer laserjet memakai teknologi prinsip elektrostatik. Prinsip tersebut dalam proses kerjanya mengandalkan sinar laser kecil yang bisa bekerja menembus photoreceptor yang bergerak secara horizontal dan mampu membentuk tulisan atau gambar
7. Ukuran Printer
Perbedaan printer inkjet dan laserjet yang terakhir adalah terletak di ukurannya. Printer inkjet memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan printer laserjet. Hal ini menjadikan printer inkjet sebagai pilihan yang tepat bila Anda mempunyai keterbatasan ruang di rumah atau kantor Anda.
Dengan ukuran yang minimalis, printer inkjet lebih mudah diletakkan di ruangan yang terbatas tanpa mengganggu tata letak. Di sisi lain, printer laserjet mempunyai dimensi yang lebih besar. Oleh sebab itu, pemilihan printer berdasarkan ukuran dapat sangat tergantung pada keperluan ruang dan preferensi Anda.
Itulah perbedaan printer inkjet dan laserjet yang perlu Anda pahami. Bila Anda ingin mencari printer untuk pengadaan atau masih bingung dengan printer mana yang cocok untuk Anda gunakan, Anda dapat menghubungi admin kami via WhatsApp. Bukan hanya printer, kami juga melayani pengadaan perlengkapan dan peralatan elektronik lainnya yang telah seperti laptop, scanner, komputer dan sebagainya.
Cara agar Print File Excel Tidak Terpotong dan Rapi
Aplikasi Excel banyak digunakan oleh para pekerja kantoran, mahasiswa hingga, para pekerja lepas untuk mengolah data dan angka. Aplikasi ini dilengkapi dengan rumus sehingga dapat dipakai untuk menghitung dan menganalisis suatu hal.
Awalnya mencetak dokumen dari aplikasi Excel terlihat mudah dilakukan. Namun jika file yang akan dicetak berbentuk memanjang secara horizontal, biasanya dengan sendirinya file akan terpotong. Hal ini pastinya membuat Anda kepikiran, terutama bila file yang akan dicetak merupakan dokumen penting. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengaturan di Microsoft Excel terlebih dahulu sebelum mencetaknya. Lalu, bagaimana cara print Excel supaya tak terpotong? Berikut ini informasi lengkapnya.
Cara Print Excel agar Tidak Terpotong
Berikut ini tujuh cara print Excel agar tidak terpotong yang bisa Anda terapkan dengan memanfaatkan fitur yang ada di Microsoft Excel, yaitu:
1. Pakai Opsi Pratinjau (Preview) Sebelum Mencetak
Sama seperti di aplikasi Word, di Excel pun juga terdapat fitur Preview atau Pratinjau yang bisa Anda pakai sebelum mencetak dokumen. Fitur ini memungkinkan Anda untuk melihat seberapa banyak file yang akan dicetak, termasuk tata letaknya apakah ada yang terpotong atau tidak dan sesuai dengan yang diinginkan.
Berikut ini cara memakai fitur Pratinjau:
- Buka aplikasi Microsoft Excel
- Pilih file yang mau dicetak
- Klik menu “File” di sudut kiri atas
- Pilih opsi Cetak atau Print di menu bar kiri atau tekan tombol shortcut ( Ctrl+ P )
- Kemudian di sebelah kanan muncul tampilan Preview atau Pratinjau file sebelum dicetak
- Jika tampilan sudah OK, Anda dapat melanjutkan dengan klik Print atau Cetak untuk mencetak dokumen tersebut di kertas.
2. Menentukan Ukuran Kertas yang Sesuai
Sebelum memutuskan untuk mencetak file Excel, pastikan Anda menentukan ukuran kertasnya dulu. Hal ini agar tata letak data yang sudah ada sesuai dengan kertas yang ingin dicetak Cara mencocokkan ukuran kertas pun terbilang mudah diterapkan.
Berikut ini langkah-langkahnya:
- Buka file yang akan dicetak
- Lalu buka menu Page Layout atau Tata Letak Halaman
- Kemudian klik Size
- Lalu samakan ukurannya dengan kertas yang ingin digunakan
- Bila ukurannya tidak tersedia, dapat diubah sendiri dengan klik More Paper Size
Baca Juga: Sewa Printer Bulanan Murah
3. Memilih Skala Ukuran File
Cara selanjutnya, yaitu dengan cara mengubah ukuran lembar dokumen menjadi lebih kecil atau besar supaya sesuai dengan lebar halaman melalui opsi yang ada di Microsoft Excel. Dengan metode ini, Anda dapat mencetak dokumen Microsoft Excel tanpa takut terpotong nantinya.
Berikut ini langkah-langkahnya yang bisa Anda ikuti:
- Buka aplikasi Ms. Excel.
- Buka dokumen yang akan dicetak.
- Pada tab Page Layout, klik Print Titles.
- Lalu layar akan menunjukkan jendela Page Setup.
- Pada Page Setup, pilih tab Page
- Pada bagian Scaling atur bagian Fit to serta page(s) wide by menjadi 1.
- Lalu klik OK. Klik menu File, lalu klik Print untuk meninjau dahulu dokumen sebelum dicetak.
4. Mengetahui Orientasi Halaman yang Cocok
Untuk memastikan format kertas yang dicetak sudah benar, penting untuk menyesuaikan orientasi halaman. Berikut ini cara melakukannya:
- Buka file Excel yang ingin dicetak.
- Pilih menu Tata Letak Halaman atau Page Layout.
- Klik menu Orientasi (Orientation).
- Pilih orientasi yang diinginkan, seperti Potret (Portrait) atau Lanskap (Landscape),
- sesuai dengan kebutuhan.
Baca juga: Solusi Cetak Baru HP Mendukung WFH & WFO
5. Manfaatkan Fitur Pemisah Halaman (Page Break)
Cara print Excel agar tidak terpotong berikutnya adalah dengan mempergunakan fitur Page Break (Pemisah Halaman) yang bermanfaat untuk membagi halaman file Excel. Dengan begitu, Excel tidak akan membagi file menjadi acak. Dengan fitur ini juga, Anda bisa menyesuaikan bagaimana data yang ingin dicetak dalam satu halaman. Ikuti Langkah ini untuk menggunakan fitur Pemisah Halaman:
- Buka aplikasi Excel
- Pilih file yang ingin dicetak
- Di menu bar bagian atas, klik Tata Letak Halaman
- Selanjutnya, pilih fitur Pemisah (Page Break) Klik Sisipkan Pemisah Halaman (Insert Page Break)
Dengan menerapkan cara ini, file akan terpisah. Tapi, untuk menggunakan cara ini, Anda harus memastikan kursor Mouse ada di halaman selanjutnya. Misalnya, Anda ingin memisahkan halaman antara nomor 1 dan 2. Maka arahkan kursor di atas data yang nantinya akan menjadi halaman 2.
6. Atur Margin
Cara print Excel agar tak terpotong berikutnya yaitu dengan mencocokkan marginnya.
Berikut ini cara melakukannya:
- Buka aplikasi Ms. Excel.
- Buka dokumen yang akan dicetak.
- Klik menu Page Layout.
- Pada tab Page Layout, klik Margins.
- Pilih margin yang sesuai kebutuhan (Narrow, Wide, Normal).
Untuk informasi tambahan, Anda juga dapat mengatur ukuran margin yang sesuai keinginan dengan klik Custom Margins.
7. Print Area
Sudah bukan hal yang mengherankan jika sebagian pengguna Excel memiliki data yang tak selalu sederhana. Sehingga isi dokumen mereka bukan hanya sekedar tulisan saja, akan tetapi terdapat kombinasi angka, huruf, dan umumnya cukup kompleks. Di sini, ternyata Anda bisa mencetak deretan angka dan huruf itu sesuai dengan keinginan. Jadi bila hanya ingin print sebagian data saja, hal ini bisa dilakukan.
Berikut di bawah ini langkah-langkahnya:
- Buka file Excel yang dimaksud
- Kemudian blok seluruh elemen yang ingin dicetak
- Lalu masuk ke menu Page Layout
- Pilih Print Area Pilih Set Print Area
Demikian informasi cara print Excel supaya tidak terpotong sehingga dokumen yang tercetak lebih rapi. Dengan mencoba salah satu cara di atas Anda tidak perlu khawatir lagi karena file Excel tidak akan terpotong bila dicetak.
Bila ingin kegiatan cetak atau menggandakan dokumen di kantormu terasa mudah dan aman, Anda bisa mempertimbangkan untuk mulai sewa perangkat printer untuk operasional perusahaan. Sebab bila ada kerusakan atau kehabisan tinta Tim Raja Printer siap siaga menjadi solusi permasalahan Anda!
Kelebihan Prosesor AMD
AMD atau Advanced Micro Devices merupakan perusahaan semikonduktor yang berbasis di Amerika. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1969, satu tahun setelah Intel dibangun.
Produk-produk dari AMD meliputi mikroprosesor, chipset motherboard, prosesor, komputer, hingga workstation.
Bersama dengan Intel, AMD merupakan salah satu merek prosesor yang paling terkenal di dunia dan kerap bersaing sengit untuk merebut pangsa pasar.
Beberapa orang yang lebih memilih AMD dibanding Intel biasanya didasari karena beberapa alasan tertentu, seperti:
1. Memiliki Harga yang Lebih Terjangkau
Kelebihan pertama dari produk AMD dibandingkan Intel adalah prosesor ini dipatok dengan harga yang lebih terjangkau.
Yup, pertarungan antara processor AMD vs Intel memang umumnya tak jauh-jauh dari harga. Aspek inilah yang sering kali dijadikan alasan utama orang-orang lebih memilih produk AMD.
Oleh karena itu, AMD kerap menjadi pilihan konsumen dalam memilih prosesor low budget tetapi memiliki performa yang gahar.
2. Kualitas Grafis yang Lebih Baik
Ketika para gamer dihadapkan dengan pilihan AMD vs Intel untuk game, aspek grafis kerap kali menjadi pertimbangan utama.
Nah, dari segi kualitas grafis, AMD tentu jauh lebih unggul dibandingkan Intel. Bahkan, prosesor AMD kelas low end telah memiliki integrated graphic yang sudah cukup baik.
Jadi, bagi gamer yang ingin mempunyai laptop dengan harga terjangkau tetapi kualitas grafisnya baik, mereka akan lebih memilih AMD dibandingkan Intel.
3. Memiliki Arsitektur Mikro yang Lebih Baik
Sejak adanya seri Zen, arsitektur mikro dan kinerja prosesor AMD dianggap telah membuat kemajuan yang signifikan.
Meskipun begitu, perlu dicatat bahwa intel juga telah melakukan inovasi dengan memperkenalkan arsitektur baru mereka, Sunny Cove, untuk meningkatkan performa secara keseluruhan.
4. Konsumsi Daya Rendah
Aspek lain yang kerap menjadi pertimbangan untuk memilih prosesor AMD vs Intel adalah tingkat konsumsi daya.
Menurut suatu sumber, AMD seri Ryzen 5000 adalah prosesor paling hemat daya yang pernah diuji. Lebih lanjut, Ryzen 6 5600X adalah produk dengan efisiensi terbaik.
Apalagi, teknologi fabrikasi 7nm TSMC dan Zen 3 AMD merupakan kombinasi terbaik dalam menghasilkan performa yang kencang dengan daya konsumsi rendah.
Kekurangan Prosesor AMD
Di sisi lain, prosesor AMD juga tentunya memiliki kekurangan jika dibandingkan Intel. Berikut ini adalah beberapa kekurangan prosesor AMD:
1. Cepat Panas
Meskipun dilengkapi berbagai keunggulan, prosesor AMD sayangnya membuat laptop lebih cepat panas dibandingkan dengan Intel.
Prosesor yang panas akan meningkatkan suhu laptop, terutama di bagian palm rest dan keyboard. Alhasil, prosesor yang cepat panas akan membuat laptop menjadi lebih mudah rusak.
Oleh karena itu, sebagai upaya dalam mengantisipasi hal ini, diperlukan pemasangan cooling pad atau kipas untuk menurunkan temperatur laptop yang mulai panas.
2. Ada Beberapa Game yang Tidak Kompatibel
Kekurangan lain dari AMD adalah adanya beberapa game yang tidak kompatibel dengan prosesor ini.
Oleh karena itu, sebagian gamer akhirnya rela mengeluarkan banyak uang untuk memilih Intel yang lebih support berbagai jenis game.
Kelebihan Prosesor Intel
Sama seperti AMD, Intel adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyedia chip semikonduktor.
Beberapa produk Intel antara lain perangkat komputer, prosesor, motherboard, chipset, nirkabel, hingga SSD.
Dibanding AMD, Intel memiliki branding dan reputasi yang lebih baik untuk urusan prosesor komputer.
Hal ini karena Intel memang sudah terjun di bidang pembuatan prosesor lebih lama dibanding AMD. Alhasil, pengguna komputer kemudian memandang Intel lebih terpercaya.
Setidaknya, ada beberapa alasan pengguna komputer lebih memilih Intel dibanding AMD, yaitu:
1. Tidak Cepat Panas
Kelebihan Intel yang paling unggul adalah tidak cepat panas dan jarang mengalami overheating.
Yup, hal ini karena Intel telah dilengkapi dengan teknologi canggih yang dapat mengatur temperatur laptop sehingga tidak mudah panas.
Jadi, saat suhu mulai memanas, prosesor Intel akan menurunkan kecepatan clock secara otomatis supaya tidak overheating.
2. Memiliki Performa yang Lebih Baik secara Keseluruhan
Meskipun AMD unggul dari segi kualitas grafis, tetapi intel memiliki performa keseluruhan yang lebih baik, terutama dari segi multimedianya.
Selain itu, dari segi clock speed, Intel juga dinilai menghasilkan kecepatan tinggi, sehingga mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik.
3. Tidak Mengeluarkan Suara Berlebih
Banyak prosesor, termasuk AMD yang sering mengeluarkan suara saat sedang bekerja, apalagi pada tugas-tugas berat.
Sebenarnya, prosesor yang mengeluarkan suara adalah hal wajar. Akan tetapi, terkadang hal tersebut membuat pengguna terganggu.
Nah, Intel hadir dengan keunggulannya yang tidak mengeluarkan suara berlebih dibanding prosesor lainnya.
Kekurangan Prosesor Intel
Meskipun memiliki berbagai keunggulan, Intel juga tak lepas dari beberapa kekurangan, di antaranya yaitu:
1. Grafis Masih Kalah Jauh dibanding AMD
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketika bingung memilih AMD vs Intel, banyak orang akan mempertimbangkan aspek grafis dari kedua prosesor tersebut.
Nah, apabila Anda juga cenderung mencari prosesor dengan grafis yang unggul, maka Intel bukan jawabannya. Sebab, kualitas grafis AMD masih jauh lebih bagus daripada Intel.
2. Memiliki Harga yang Mahal
Aspek lain yang kerap menjadi pertimbangan orang-orang saat memilih AMD vs Intel adalah dari segi harganya.
Meskipun tingginya harga Intel setara dengan kualitasnya, tetapi banyak orang akhirnya enggan untuk memilih prosesor merek ini.
3. Biaya Service Mahal
Selain harganya tinggi, Intel juga diketahui memiliki biaya service yang cenderung lebih mahal dibandingkan prosesor lain.
Sebab, untuk memperbaiki prosesor Intel, motherboard dan processor-nya perlu dipisahkan terlebih dahulu.
Jadi, hal ini pun membuat pengguna harus membeli motherboard baru setelah di-service jika ingin menggunakan laptopnya kembali.
(source: asani)
Berikut ini adalah beberapa cara memperbaiki laptop no bootable device yang dapat Anda lakukan:
1. Memeriksa Apakah Hardisk atau Tidak
Cara memperbaiki laptop no bootable device yang pertama adalah dengan memastikan apakah hardisk perangkat Anda dapat terbaca atau tidak.
Sebab, apabila hardisk tidak terbaca, maka wajar jika sistem perangkat pun tak bisa membaca file sistem operasi. Pasalnya, file sistem operasi terdapat di hardisk yang terpasang.
Untuk memeriksa apakah hardisk terbaca atau tidak, ikuti langkah-langkah di bawah ini:
- Masuk ke mode BIOS saat proses booting berjalan dengan menekan tombol F2
- Saat sudah masuk ke mode BIOS, pilih tab main
Nah, di tab ini, Anda bisa memeriksa keterbacaan hardisk. Misalnya, jika di kolom SATA2 terdeteksi merek HDD atau SSD yang digunakan, itu artinya hardisk dapat terbaca.
Jika tidak terbaca, maka seluruh kolom SATA akan tertulis “not detected”. Nah, apabila sudah begini, Anda dapat mengikuti instruksi pada cara nomor dua.
2. Lepas-Pasang Hardisk
Apabila hardisk tidak terbaca, cara memperbaiki laptop no bootable device yang satu ini mungkin bisa menjadi solusinya.
Ikuti instruksi di bawah ini untuk melepas-pasang hardisk dengan aman:
- Sebelum melepas hardisk, pastikan laptop dalam keadaan mati dan tidak terhubung dengan sumber listrik
- Bongkar casing laptop dengan hati-hati
- Cari letak hard disk dan putuskan koneksi kabelnya
- Jika sudah, lepaskan hardisk dari casing laptop dengan hati-hati. Pastikan tidak ada kabel atau komponen lain yang masih menempel pada hardisk
- Kemudian, pasang ulang hardisk sesuai pengencangan yang digunakan sebelumnya
- Hubungkan kembali kabel dengan benar ke hardisk
- Pastikan bahwa seluruh koneksi telah terpasang dengan kuat
- Tutup casing laptop
- Periksa BIOS untuk memastikan apakah hard drive terbaca atau tidak
Jika masih tidak terbaca, hardisk mungkin mengalami kerusakan. Untuk memeriksa apakah rusak atau tidak, cobalah memasangkan hardisk tersebut ke perangkat lain.
3. Ganti Hardisk
Cara memperbaiki laptop no bootable device yang satu ini dapat dipertimbangkan apabila setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata hardisk mengalami kerusakan.
Yup, satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah mengganti hardisk. Berkenaan dengan ini, Anda perlu memastikan bahwa hardisk baru memiliki kapasitas dan jenis koneksi yang kompatibel dengan laptop.
Kemudian, lakukan langkah cara lepas-pasang hardisk yang telah disebutkan sebelumnya untuk melakukan pemasangan.
Apabila Anda tidak yakin atau takut untuk melakukannya, segera minta bantuan teknisi profesional.
4. Memeriksa Boot Priority
Memeriksa boot priority di mode BIOS juga merupakan salah satu cara memperbaiki laptop no bootable device.
Di boot priority, pastikan hardisk utama yang berisi data sistem terletak pada bagian pertama. Jadi, sistem di laptop bisa melakukan booting ke hardisk utama tersebut terlebih dahulu.
Nah, apabila hardisk utama tidak berada di posisi pertama, maka no bootable device pun akhirnya terjadi.
Berikut ini adalah cara memeriksa boot priority yang dapat Anda lakukan:
- Masuk ke BIOS saat laptop sedang booting dengan menekan tombol F2
- Jika sudah, masuk ke tab boot
- Periksa apakah boot priority sudah sesuai dengan hardisk utama
- Apabila pada awalnya bertuliskan “UEFI” di boot mode, ganti dengan “Legacy”
- Tekan enter pada notifikasi yang muncul
- Klik opsi “exit saving change” untuk menyimpan perubahan
- Pilih “yes”, lalu tekan enter
- Laptop akan memulai proses booting secara otomatis. Tunggu hingga proses selesai
5. Melakukan Perbaikan BCD/MBR
Cara memperbaiki laptop no bootable device selanjutnya jika masih bermasalah adalah dengan melakukan perbaikan di MBR.
Untuk melakukannya, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Siapkan Windows bootable USB
- Hubungkan USB tersebut ke laptop Anda
- Setelah booting selesai, akan tampil Windows Setup
- Pilih Repair Your Computer
- Setelah itu, akan muncul Advanced Options
- Klik Command Prompt
- Pada tab CMD yang muncul, ketikkan perintah bootrec /fix mbr. Kemudian, tekan enter
- Ketikkan perintah bootrec /fixboot, tekan enter
- Masukkan perintah bcdedit /export c:\bcdbackup, tekan enter
- Masukkan perintah c:\boot\bcd -h -r -s dan tekan enter
- Selanjutnya, ketikkan ren c:\boot\bcd bcd.old, tekan enter
- Terakhir, ketikkan perintah bootrec \rebuildbcd dan tekan enter. Tunggu beberapa saat
- Kemudian, ketik huruf Y untuk mengonfirmasi perintah perbaikan
- Apabila proses sudah selesai dan MBR diperbaiki, lakukan restart pada laptop Anda.
6. Menjalankan Check Disk
Cara memperbaiki laptop no bootable device ini hanya dapat dijalankan pada perangkat yang berhasil booting saja.
Jadi, Anda dapat memasang terlebih dahulu hardisk di perangkat laptop atau komputer lain. Kemudian, ikuti instruksinya berikut ini:
- Buka Windows Explorer
- Pada bagian This PC, klik kanan di disk yang ingin diperiksa kondisinya, lalu pilih properties
- Lalu, klik tab Tools dan pilih tombol check
- Pilih opsi scan drive
- Tunggu beberapa saat hingga proses scanning selesai
- Apabila hardisk tidak bermasalah, akan muncul pop-up pesan yang berisi “Windows successfully scanned the drive. No errors were found”
Jika hasilnya tidak ada masalah, Anda dapat memasangkan kembali hardisk pada laptop yang mengalami no bootable device tadi.
7. Instal Ulang Windows
Cara memperbaiki laptop no bootable device bisa juga dengan melakukan instal ulang pada Windows.
Jadi, dengan melakukan instal ulang, data lama yang terkena corrupt pun akan terhapus dan diganti baru.
Cara yang satu ini dapat Anda lakukan apabila langkah-langkah sebelumnya telah diikuti, tetapi laptop masih bermasalah.
Lebih lanjut, sebelum instal ulang Windows, pastikan bahwa Anda telah melakukan pencadangan data-data yang penting.
(source: asani)
Pengertian cyber security adalah sistem keamanan yang diperlukan untuk melindungi data dalam komputer, perangkat seluler, hingga jaringan dari serangan siber.
Pada umumnya, serangan tersebut bersifat ilegal dan membahayakan data yang ada dalam suatu sistem komputer.
Itulah sebabnya, penting untuk memperkuat keamanan dalam komputer pribadi maupun perusahaan.
Contoh cyber security sendiri bisa berupa firewall, autentikasi, hingga enkripsi yang kuat. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan perlindungan dalam bentuk perangkat lunak atau pembaruan sistem.
Konsep Cyber Security
Pada umumnya, konsep cyber security terbagi menjadi tiga aspek keamanan. Adapun ketiga konsep cyber security adalah sebagai berikut.
1. Kerahasiaan
Salah satu konsep cyber security adalah kerahasiaan atau confidentiality. Konsep ini berhubungan dengan perlindungan terhadap informasi sensitif dari akses ilegal.
Praktik dari konsep kerahasiaan ini adalah tindakan mengontrol akses data untuk menghindari kebocoran informasi.
Di samping itu, konsep ini juga biasa Anda kenali dalam bentuk two factor authentication atau tahap autentikasi ganda.
2. Integritas
Konsep keamanan siber selanjutnya adalah integritas atau integrity. Fungsi dari integritas sendiri adalah untuk menjaga keaslian serta kebenaran suatu data.
Misalnya adalah pada suatu perusahaan perniagaan yang harus menjaga data milik pelanggannya agar tidak terjadi pencurian informasi.
3. Ketersediaan
Terakhir, konsep cyber security adalah availability atau ketersediaan. Konsep satu ini berhubungan dengan upaya untuk memastikan bahwa sistem dapat diakses oleh pengguna yang memiliki wewenang.
Itu artinya, Anda perlu menjaga performa suatu aplikasi maupun website perusahaan agar bisa diakses dengan mudah, sehingga pengunjung dapat memperoleh layanan secara lebih baik.
Jenis-Jenis Cyber Security
Nah, keamanan siber ini memiliki beberapa jenis yang perlu Anda ketahui. Adapun jenis-jenis cyber security adalah sebagai berikut.
1. Network Security
Salah satu jenis cyber security adalah keamanan network yang berfungsi untuk melindungi jaringan internal dari risiko serangan siber.
Network security ini sangat penting untuk digunakan, khususnya pada perusahaan yang menerapkan sistem jaringan di dalam operasionalnya.
Sebab, melalui penggunaan network security, suatu perusahaan dapat melindungi asetnya dari risiko akses ilegal maupun gangguan lainnya.
Di samping itu, penerapan network security juga bermanfaat untuk membantu meningkatkan efisiensi pengaturan lalu lintas jaringan.
2. Cloud Security
Jenis keamanan siber berikutnya adalah cloud security. Nah, sistem keamanan ini berfungsi untuk melindungi data yang tersimpan di dalam cloud storage.
Cloud security sendiri terdiri atas pengelolaan akses yang ketat, enkripsi data, serta pemantauan secara berkala terhadap aktivitas mencurigakan.
3. Application Security
Terakhir, contoh cyber security adalah keamanan aplikasi. Seperti namanya, application security berfungsi untuk melindungi aplikasi dari serangan siber.
Pasalnya, suatu aplikasi cenderung rentan menerima akses secara ilegal, sehingga untuk meningkatkan keamanannya, Anda perlu menggunakan application security.
Jenis keamanan siber satu ini membutuhkan tahapan pengujian serta pengembangan aplikasi untuk membantu mengidentifikasi dan memperbaiki sistem perlindungannya.
(source: asani)