Tips Membeli Laptop Bekas, Murah dan Berkualitas

Tips Membeli Laptop Bekas, Murah dan Berkualitas

Laptop bisa dibilang menjadi salah satu perangkat yang cukup penting dalam kegiatan sehari-hari. Bahkan perlahan Laptop mulai menggantikan fungsi komputer baik untuk bekerja hingga bermain game. Hal ini bisa terwujud karena laptop menawarkan mobilitas tinggi dengan spesifikasi nyaris mendekati komputer.

Tentu semakin tinggi spesifikasi sebuah laptop, semakin mahal pula harganya. Karena itu, banyak orang memilih membeli laptop bekas dengan spesifikasi tinggi untuk menghemat biaya. Namun, kamu harus jeli dalam membeli laptop bekas agar bisa menemukan perangkat yang murah dan berkualitas.

 

Pastikan Toko Terpercaya

Tips membeli laptop bekas yang murah dan berkualitas ialah belilah laptop di tempat yang bisa dipercaya. Kamu bisa mulai membeli laptop dari teman – teman sendiri dulu.

Bisa jadi diantara temanmu ada yang menjual laptop dengan harga miring dan kualitasnya cukup terawat. Kamu juga bisa membeli laptop di toko laptop hingga forum jual beli online yang jelas menampilkan spesifikasi dan harga.

 

Gunakan Sistem COD

Sebaiknya gunakan sistem pembayaran COD atau Cash on Delivery. Sistem pembayaran di tempat merupakan cara paling aman dalam jual beli barang apalagi bila membeli laptop bekas secara online. Saat COD kamu juga bisa mencoba langsung performa laptop incaranmu.

 

Cari Laptop dengan Masa Pakai Kurang dari 1 tahun

Perlu diperhatikan makin lama masa pakai laptop, makin murah pula harga laptop bekas tersebut. Apalagi, laptop yang masa pakainya sudah terlalu lama bisa saja mengalami kerusakan dan menurun performanya.

Maka dalam membeli laptop bekas yang murah nan berkualitas kamu bisa cari laptop dengan masa pakai dibawah 1 tahun. Masa pakai yang masih baru, biasanya masih dilindungi garansi dan masih cukup terjamin dalam hal kualitas dan performa.

 

Cek Spesifikasi Laptop

Saat mengecek laptop bekas, pastikan kamu memeriksa apakah spesifikasinya sesuai dengan ang disebutkan penjual atau toko. Kamu bisa melihat ini di bagian setting, atau buka command run (tekan tombol start + R di Keyboard), ketik dxdiag, lalu tekan enter.

 

Periksa Kondisi Laptop

Kamu juga harus memeriksa kondisi laptop bekas, baik dari sisi bodi hingga harddisk. Periksa juga keyboard dan mousepad hingga fitur wifi, port USB dan webcam.

 

(source: pricebook.co.id)

Ingin Beli Laptop Murah tapi Berkualitas? Ikuti 6 Langkah Ini!

Ingin Beli Laptop Murah tapi Berkualitas? Ikuti 6 Langkah Ini!

Tak bisa dipungkiri, laptop bisa dibilang sudah hampir menggantikan fungsi komputer dalam kegiatan sehari-hari. Memang, komputer masih cukup banyak digunakan untuk pekerjaan di kantor ataupun kegiatan gaming di rumah dan warnet. Meski demikian, laptop juga menawarkan mobilitas tinggi dengan spesifikasi nyaris mendekati komputer.

Semakin tinggi spesifikasi sebuah laptop, semakin mahal pula harganya. Karena itu, salah satu jalan terhemat untuk memiliki laptop berspesifikasi tinggi adalah membeli laptop bekas. Nah, supaya kamu bisa mendapat laptop bekas murah, tapi masih berkualitas baik, ikuti beberapa tips berikut ini yuk!

  1. Beli dari Teman Terpercaya

Sebelum masuk ke forum jual beli daring, kamu bisa mulai dari teman-teman sendiri dulu. Barangkali di antara mereka ada yang memang mau menjual laptop dengan harga miring dan kualitasnya masih baik. Kalau teman kamu apik, kemungkinan kamu mendapatkan laptop yang masih oke makin besar.

  1. Gunakan Sistem COD

Sistem pembayaran di tempat atau lebih dikenal dengan COD (Cash On Delivery) merupakan cara terbaik dalam bertransaksi barang bekas. Kamu harus bertemu langsung dengan penjualnya untuk mengetahui karakteristik si penjual (apik atau tidak) sekaligus mencoba langsung performa laptop tersebut.

  1. Periksa Kisaran Harga Pasar

Kalau kamu mengetahui harga pasar dari laptop baru, kamu bisa menjadikannya sebagai basis untuk bernegosiasi dengan penjual. Kemudian, kamu juga bisa mengecek harga berbagai laptop bekas yang dijual di forum jual beli daring barang bekas. Dengan begini, kamu bisa mendapat ancang-ancang berapa harga yang pantas untuk laptop bekas yang kamu bidik.

  1. Cari Laptop dengan Masa Pakai di Bawah 1 Tahun

Makin lama masa pakai, makin murah pula harga laptop tersebut. Namun, laptop yang masa pakainya sudah terlalu lama berpotensi pernah mengalami kerusakan tertentu di bagian tertentu. Selain itu, masa pakai di bawah 1 tahun biasanya masih dilindungi oleh garansi. Hal ini membuat laptop tersebut masih cukup terjamin dalam hal kualitas.

  1. Periksa Kesesuaian Spesifikasi Laptop

Saat mengutak-atik laptop bekas, pastikan kamu memeriksa apakah spesifikasinya sesuai dengan yang disebutkan penjual. Kamu bisa melihat ini di bagian Setting, atau buka command run (tekan tombol Start + R di keyboard), ketik ‘dxdiag’, lalu tekan enter.

  1. Periksa Kondisi Hardware

Langkah terakhir, pastikan kondisi hardware masih dalam kondisi baik atau sesuai dengan yang dijelaskan penjual. Sebagai contoh, untuk memerika harddisk, kamu bisa melakukan copy-paste sejumlah file di antara folder atau drive. Jika sangat lambat, kemungkinan harddisk bermasalah. Periksa juga seluruh tombol keyboard dan mousepad apakah masih berfungsi dengan baik, karena bila ada kerusakan, akan sulit diganti. Pastikan juga layar, WiFi, port untuk USB, fan, webcam, dan sebagainya, masih berfungsi dengan benar.

 

(source: liputan6.com)

Jauhi Kebiasaan Buruk Penyebab Laptop Cepat Rusak

Jauhi Kebiasaan Buruk Penyebab Laptop Cepat Rusak

Para pengguna laptop, tak jarang terdapat hal-hal sederhana yang seringkali diabaikan justru bisa merusak laptop. Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut tentunya harus dihindari. Sebab laptop yang rusak selain mengganggu aktivitas pekerjaan atau sekolah, juga biaya servis laptop yang tidak murah.

Lantas, kebiasaan-kebiasaan buruk apa yang bisa merusak laptop?

 

  1. Mengabaikan untuk menginstal pembaruan perangkat lunak

Sebagaimana dijelaskan dalam pagoda-tech.com, untuk menjaga laptop tetap berumur panjang salah satunya dengan memastikan laptop tetap terupdate dengan perangkat lunak yang paling baru. Selain mencegah seragan dunia maya, pembaharuan perangkat lunak bisa mengoptimallkan masa pakai baterai.

 

  1. Menggunakan laptop secara terus-menerus bahkan saat laptop overheating

Dikutip dari asapguide.com, overheat adalah ungkapan kejadian ketika mesin terlalu panas karena aktivitas berat. Bermain video game, proses editing video tanpa henti, atau melakukan tugas berlebihan lainnya dapat menyebabkan GPU dan CPU laptop panas dalam waktu singkat. Kondisi ini bisa menyebabkan data-data laptop yang tersimpan korup dan tidak bisa dipulihkan, terlebih pada pada sistem penyimpanan HDD.

 

  1. Menumpuk laptop dengan benda-benda lain

Seringkali dijumpai para pengguna laptop menumpuk barang-barang, seperti buku atau benda berat lain di atas laptop. Melansir dari ecr.co.za, kebiasaan tersebut sebaiknya mulai sekarang dihindari sebab menumpuk laptop dengan benda-benda lain dapat membuat laptop tergores, penyok, bahkan retak. Benda-benda berat dapat menyebabkan kerusakan serius pada LCD layar atau engsel laptop.

 

  1. Menggunakan laptop secara sembarangan

Melansir dari makesfit.com, menempatkan laptop di tempat seperti sofa merupakan kebiasaan yang bisa merusak laptop. Selain sofa menggunakan laptop di atas permukaan yang menghalangi jalur udara pembuangan panas laptop tertutup bisa memperpendek umur laptop. Hal ini karena laptop dipaksa bekerja lebih keras karena laptop cepat panas sehingga kinerja komponen hardware di dalamnya tidak bisa bekerja dengan normal.

 

Laptop yang terkena panas berlebih juga membuat kinerja kipas di dalam laptop bekerja terlalu keras untuk mendinginkan prosesor dan komponen lainnya. Oleh karena itu, hindari meletakkan laptop di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

 

(sumber: tekno.tempo.co)

Mana yang Benar untuk Laptop, Charge Terus atau saat Lowbat Saja?

Mana yang Benar untuk Laptop, Charge Terus atau saat Lowbat Saja?

Salah satu obsesi yang dimiliki para pengguna gadget saat ini adalah menjaga baterai laptop tetap awet untuk pemakaian jangka panjang. Akan tetapi coba jawab pertanyaan ini, deh. Kira-kira mana yang lebih baik, membiarkan laptop di-charge terus sambil memakainya atau hanya charge saat lowbat? Bingung, kan?

Perkara di atas memang sering menimbulkan perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa memakai laptop sambil di-charge akan membuat baterai lebih awet. Ada pula yang mengatakan bahwa kita sebaiknya mencabut charger ketika baterai sudah penuh dan menyambungkannya lagi saat baterai tinggal sedikit.

 

  1. Laptop baru aman di-charge sambil digunakan

Memakai laptop sambil di-charge terus menerus memang bukanlah tindakan yang bijak pada beberapa tahun atau satu dekade yang lalu. Akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, hal ini bukanlah masalah yang besar jika dilakukan saat ini.

Sekarang, mayoritas laptop baru dibekali oleh baterai berjenis lithium-polymer atau lithium-ion. Keduanya mampu menghentikan proses pengisian daya ketika baterai sudah penuh. Jadi, kamu tak perlu takut akan risiko overcharging atau charge yang berlebihan.

 

  1. Kamu harus waspada akan risiko laptop menjadi panas

Pertanyaan yang timbul adalah ke mana listrik yang masuk ke laptop melalui charger jika baterai tidak menyedot dayanya? Ternyata, listrik tersebut tidak melewati baterai, tetapi langsung memberikan daya kepada laptop. Hal inilah yang kemudian menjadi masalah.

Masih dari sumber yang sama, listrik yang terus dialirkan akan menghasilkan panas berlebih. Akibatnya laptop mengalami overheating atau suhunya menjadi terlalu tinggi. Kondisi tersebut memang tidak akan memberi dampak langsung. Namun jika ini terjadi terus menerus dalam jangka panjang, fungsi baterai akan menurun.

 

  1. Studi: sebaiknya jangan terus charge baterai saat sudah penuh

Penelitian dari Battery University mengatakan bahwa membiarkan charger terus menempel saat baterai sudah mencapai 100 persen bisa membuatnya tegang dan bekerja ekstra. Hal ini akan membuat fungsi bahan kimia di dalam baterai menurun.

Maka dari itu, para peneliti menyarankan agar kita segera mencabut charger ketika baterai sudah penuh. Mereka mengatakan bahwa hal ini bekerja seperti relaksasi setelah melakukan pekerjaan yang berat.

 

  1. Bahkan sebaiknya jangan mengisi daya hingga 100 persen

Bahkan sebenarnya, kita sebaiknya tidak mengisi daya baterai hingga 100 persen, lho. Setidaknya ketika kita tidak terlalu membutuhkan hal itu. Sebab baterai lithium-ion tidak perlu  benar-benar diisi hingga penuh karena voltase listrik yang tinggi akan membuatnya “stres”.

Hal ini sama dengan yang dituliskan dalam jurnal IEEE Xplore. Peneliti menyarankan agar kita mencabut charger ketika baterai telah terisi 75 persen. Lalu isi kembali ketika baterai sudah terpakai hingga 20-25 persen. Cara tersebut akan memaksimalkan kapasitas baterai laptop.

 

  1. Ketahanan baterai laptop pasti menurun seiring pemakaian

Walaupun begitu, kamu harus tahu bahwa ketahanan baterai laptop pasti menurun seiring dengan pemakaian. Ini adalah hal yang wajar dan terjadi pada semua perangkat elektronik, tak hanya laptop. Jika kamu telah memakainya selama beberapa tahun, jangan mengekspektasikan ketahanannya tetap sama seperti saat baru membelinya.

Hal yang bisa kamu lakukan untuk memperlambat proses tersebut adalah dengan menerapkan cara charge yang direkomendasikan di atas. Selain itu, sebisa mungkin jangan biarkan baterai benar-benar habis hingga 0 persen, ya. Hal ini akan mempercepat penurunan fungsi.

 

(sumber: idntimes.com)

3 Cara Lain untuk Mengisi Daya Laptop tanpa Pengisi Daya

3 Cara Lain untuk Mengisi Daya Laptop tanpa Pengisi Daya

Setiap laptop dibuat dengan baterai internal. Untuk mengisi daya baterai, Anda hanya perlu menyuplainya dengan listrik. Sering kali, kita mencolokkan laptop ke stop kontak di rumah, dan listrik mengalir melalui kabel lalu masuk ke baterai.

Pengisi daya laptop bisa dibilang cara paling efektif untuk mentransfer daya ke baterai laptop, tetapi terdapat juga cara lain untuk melakukannya. Yang Anda butuhkan adalah:

  • Sumber daya
  • Cara mentransfer daya ke baterai

 

  1. Cara mengisi daya laptop dengan USB-C

Jika laptop Anda memiliki port USB-C bawaan, Anda dapat mengisi daya laptop melalui kabel USB-C. Anda hanya perlu memastikan kabel tersebut memiliki adaptor colokan (colokan berbentuk kotak di ujung pengisi daya ponsel Anda yang dapat dicolokkan ke stopkontak). Beberapa laptop ternyata menggunakan kabel USB-C sebagai pengisi daya utamanya.

Untuk mengisi daya laptop Anda melalui USB-C:

  • Colokkan salah satu ujung kabel USB-C ke stopkontak
  • Colokkan ujung kabel USB-C lainnya ke laptop Anda

Selesai! Sangat mudah, selama Anda memiliki akses ke kabel USB-C. Tapi itu masalah yang besar – bagaimana jika Anda tidak memiliki akses ke salah satunya? Sayangnya, memesan kabel USB-C tidak semudah memesan pengisi daya laptop baru. Dan berhenti di toko perlengkapan komputer tampaknya tidak memungkinkan, terutama jika Anda terjebak di pulau Karibia untuk menghadiri pernikahan di akhir pekan.

 

  1. Cara mengisi daya laptop di dalam mobil

Mobil tentunya mempunyai listrik, bukan? Dan baik Anda sedang dalam perjalanan dengan kendaraan pribadi, atau menyewa mobil saat pesawat Anda mendarat, Anda dapat memanfaatkan daya yang dihasilkannya. Anda dapat mengisi daya laptop di dalam mobil dengan cukup mudah. Anda hanya membutuhkan dua hal, yaitu:

  • Adaptor AC (konektor USB Tipe A di salah satu ujung dan konektor USB-C di ujung lainnya). Adaptor USB Tipe A ke USB-C ini sangat cocok untuk digunakan di dalam kendaraanPengisi daya USB untuk di mobil

Semudah langkah satu, dua, tiga. Untuk mengisi daya laptop Anda di dalam mobil:

  • Nyalakan mesin mobil
  • Colokkan pengisi daya mobil ke port pengisian daya kendaraan Anda (Anda bahkan mungkin tidak memerlukan pengisi daya mobil karena banyak kendaraan baru memiliki port USB yang dapat Anda colokkan)
  • Colokkan konektor USB-C ke laptop Anda

 

  1. Cara mengisi daya laptop dengan power bank

Salah satu cara termudah untuk mengisi daya laptop adalah dengan power bank. Power bank pada dasarnya adalah baterai portabel untuk laptop Anda. Yang harus Anda lakukan adalah menyambungkan power bank ke laptop. Yang terbaik dari power bank adalah power bank tidak perlu dicolokkan ke stopkontak saat mengisi daya laptop.

Power bank hadir dalam berbagai model yang berbeda, dan tidak semuanya dibuat dengan kapasitas pengisian daya yang sama. Anda dapat mengisi daya laptop yang tidak terlalu bertenaga dengan power bank USB Tipe A. Jika Anda ingin mengisi daya ke laptop yang lebih bertenaga, seperti workstation portabel, Anda harus menggunakan power bank yang mendukung USB-C. Power bank USB-C juga dapat mengisi daya perangkat USB lain, seperti ponsel pintar atau tablet Anda.

Kemungkinan besar, power bank akan memiliki cukup daya untuk mengisi ulang baterai laptop hanya satu atau dua kali, terutama jika Anda sedang mengisi ulang laptop yang lebih bertenaga. Penting untuk diingat agar selalu mencolokkan power bank ke stopkontak dan mengisi ulang dayanya. Saat power bank kehabisan daya, Anda tidak akan dapat menggunakannya untuk mengisi ulang laptop.

Itulah mengapa sebaiknya Anda mencadangkan power bank hanya saat benar-benar membutuhkannya – seperti saat Anda kehilangan pengisi daya laptop secara tidak sengaja. Selalu simpan power bank di dalam tas laptop Anda.

 

(sumber: hp.com)

Cara Mengisi Baterai Laptop Agar Lebih Awet Digunakan

Cara Mengisi Baterai Laptop Agar Lebih Awet Digunakan

Salah satu masalah saat menggunakan laptop adalah ketahanan baterai yang tidak terlalu lama. Contohnya, saat kita menggunakan laptop terkadang muncul notifikasi baterai sudah habis padahal baru beberapa menit yang lalu sudah dicas.

Mungkin beberapa diantara kalian ada yang memilih membeli baterai yang baru. Namun harganya yang cukup mahal membuat kita menjadi bingung apakah benar-benar harus membeli baterai baru atau tidak. Sebenarnya, kalian bisa menggunakan cara agar baterai laptop dapat awet digunakan, yakni cas dengan cara manual. Untuk lebih jelasnya, simak yang berikut ini:

 

  1. Lakukan pengisian baterai seperti biasa

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengisian seperti biasa hingga mencapai 100%. Nah, ketika pengisian sudah penuh, jangan langsung mencabut chargernya tapi biarkan laptop tersambung dengan arus listrik hingga 2 jam. Jika kalian ingin melakukan aktivitas yang penting, kalian bisa menggunakan laptop sambil menunggu proses ini selesai.

 

  1. Masuk ke bagian Power Option

Jika sudah melakukan pengisian selama 2 jam, bukalah Control Panel lalu masuk ke bagian menu Power Option. Cara untuk membukanya yaitu tinggal mengarahkan kursor ke ikon baterai yang ada di pojok kanan bawah, tepatnya di samping bagian Wi-Fi.

Klik kanan pada ikon baterai tersebut, lalu klik menu Power Option. Setelah terbuka, kalian akan melihat halaman Windows Power Option. Selanjutnya, klik menu “Create Power Plan” yang ada di bagian kiri. Setelah itu, beri nama misalnya “Kalibrasi”. Jika sudah, klik “Next”.

 

  1. Setting pada bagian Display

Caranya masih di Windows Power Option, arahkan kursor pada setting “Turn Off the Display”, “Dim the Display”, dan juga “Put the Computer to Sleep”. Kalian tinggal lakukan “Turn Off” atau mematikan setting yang sudah disebutkan. Setelah itu, klik bagian “Create” agar baterai dapat dipakai secara penuh tanpa adanya halangan.

 

  1. Biarkan laptop menyala sampai baterainya habis

Jika sudah mengatur settingnya, kalian bisa kembali lagi ke menu awal dan biarkan laptop menyala sampai benar-benar kehabisan baterai. Hal ini dilakukan untuk menghabiskan baterai tapi tidak dipaksakan. Namun, pada tahapan ini lebih baik digunakan untuk aktivitas yang ringan pada laptop. Jadi, jangan gunakan aktivitas berat seperti bermain game atau membuka aplikasi desain grafis.

 

  1. Diamkan laptop setelah baterainya habis

Setelah laptop digunakan sampai baterainya benar-benar habis, selanjutnya biarkan laptop untuk istirahat. Namun, dari sisi waktunya tidaklah sebentar karena kalian harus mendiamkan laptop sampai lima jam. Waktu selama itu dilakukan karena baterai akan dilakukan kalibrasi sehingga perlu waktu yang lama agar sel-sel baterai dapat berfungsi secara normal kembali.

 

  1. Lakukan pengisian kembali

Lakukanlah pengisian sampai 100%. Namun, pada tahapan ini kalian tidak boleh melakukan aktivitas seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar arus listrik hanya fokus untuk melakukan pengisian dan tidak digunakan untuk kegiatan lainnya. Setelah baterai sudah penuh 100%, maka proses pengisian baterai laptop manual telah selesai dan kalian bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Jangan lupa untuk selalu melakukan pengisian ketika laptop sudah menunjukan notifikasi baterai lemah.

 

(sumber: teknologi.id)

Tim Customer Service kami siap membantu anda sesuai kebutuhan anda.