Blog
5 Dampak Menggunakan Tinta / Toner Non-Original pada Printer Kantor Anda
Banyak kantor memilih tinta atau toner non-original dengan alasan harganya lebih murah. Sekilas memang terlihat menghemat biaya, tetapi penggunaan tinta atau toner non-original justru dapat menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar dalam jangka panjang.
Sebelum Anda memutuskan menggunakan tinta/toner non-original, berikut 5 dampak serius yang wajib Anda ketahui.
1. Menurunnya Kualitas Cetak Secara Signifikan
Tinta atau toner non-original biasanya tidak memiliki standar kualitas yang sama dengan produk asli.
Dampaknya:
-
Hasil cetak buram atau tidak tajam
-
Warna tidak konsisten
-
Tinta mudah luntur
-
Toner tidak menempel sempurna pada kertas (mudah mengelupas)
Untuk dokumen perusahaan, kontrak, dan kebutuhan profesional, kualitas cetak yang buruk tentu akan mengurangi kredibilitas kantor Anda.
2. Mempercepat Kerusakan Printer
Toner non-original sering menggunakan bahan yang tidak sesuai standar pabrik.
Risiko kerusakan:
-
Drum unit cepat aus
-
Roller kotor dan gagal menarik kertas
-
Toner bocor dan mengotori bagian dalam printer
-
Kerusakan pada fuser unit (pemanas toner)
Kerusakan seperti ini sering membuat printer error dan membutuhkan servis lebih cepat daripada seharusnya.
3. Mengakibatkan Garansi Printer Hangus
Hampir semua produsen printer seperti HP, Canon, Epson, Brother, dan Lexmark tidak mengizinkan penggunaan consumable non-original.
Begitu teknisi mendeteksi tinta atau toner tidak asli:
-
Garansi langsung hangus
-
Biaya perbaikan sepenuhnya ditanggung pengguna
-
Klaim garansi ditolak
Penghematan beberapa ratus ribu rupiah bisa berubah menjadi biaya servis jutaan rupiah.
4. Meningkatkan Biaya Operasional Jangka Panjang
Banyak orang memilih tinta non-original karena lebih murah di awal. Namun realitanya, biaya operasional justru meningkat.
Kenapa lebih boros?
-
Toner non-original lebih cepat habis
-
Hasil cetak gagal lebih banyak → pemborosan kertas
-
Printer lebih sering rusak → biaya servis naik
-
Waktu terbuang karena printer sering error
Dalam jangka panjang, toner non-original lebih mahal daripada menggunakan toner original yang stabil dan tahan lama.
5. Risiko Masalah pada Keamanan dan Kesehatan
Ini jarang dibahas, padahal sangat penting.
Risiko kesehatan:
Toner non-original bisa mengandung:
-
Bahan kimia tidak tersertifikasi
-
Partikel halus yang berbahaya jika terhirup
-
Bahan toksik saat menguap dari fuser
Risiko keamanan IT:
Beberapa toner non-original menggunakan chip tidak aman yang:
-
Mengganggu sistem monitoring printer
-
Menimbulkan error firmware
-
Berisiko merusak board printer
Ini bisa mengganggu operasional kantor yang bergantung pada printer harian.
Kesimpulan
Menggunakan tinta atau toner non-original memang tampak murah, tetapi dampaknya bisa jauh lebih merugikan:
-
Kualitas cetak menurun
-
Printer cepat rusak
-
Garansi hangus
-
Biaya operasional membengkak
-
Risiko kesehatan dan keamanan
Untuk printer kantor yang dipakai setiap hari, toner original selalu menjadi pilihan paling aman dan ekonomis dalam jangka panjang.