Artikel

Mana yang Benar: Laptop Harus Di-Charge Terus atau Saat Lowbat Saja?

Mana yang Benar: Laptop Harus Di-Charge Terus atau Saat Lowbat Saja?

Banyak pengguna laptop bingung soal cara mengecas yang benar. Ada yang bilang laptop sebaiknya di-charge terus, ada juga yang menyarankan gunakan sampai lowbat dulu baru isi. Jika salah merawat baterai, umur baterai bisa cepat turun dan laptop jadi mudah mati sendiri.

Lalu, mana yang benar? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan teknologi baterai laptop modern.

1. Kenali Dulu Teknologi Baterai Laptop Modern

Laptop saat ini menggunakan baterai:

  • Li-Ion (Lithium-Ion)

  • Li-Po (Lithium-Polymer)

Baterai ini memiliki karakteristik:

  • Tidak harus dihabiskan dulu

  • Tidak bagus jika sering 0%

  • Tidak masalah jika tetap tersambung charger

  • Memiliki proteksi overcharge otomatis

Artinya: baterai modern lebih aman dan fleksibel dibanding generasi lama.

2. Bolehkah Laptop Di-Charge Terus?

Ya, boleh dan aman.

Laptop modern sudah memiliki sistem proteksi:

  • Charger akan memutus arus ketika baterai 100%

  • Daya dialihkan langsung ke adaptor, bukan ke baterai

  • Baterai tidak “dipaksa” mengisi terus menerus

Sehingga laptop tidak akan overcharge.

Kapan ini direkomendasikan?

  • Penggunaan berat (editing, multitasking, gaming)

  • Penggunaan di meja dalam jangka lama

  • Saat butuh performa maksimal (karena CPU bekerja lebih stabil saat charging)

3. Bolehkah Laptop Dipakai Sampai Lowbat Baru Di-Charge?

Bisa, tapi tidak disarankan sering-sering.

Baterai lithium menurun kesehatannya jika sering dibiarkan di bawah:

  • 20%

  • Apalagi 0% (deep discharge)

Dampaknya:

  • Umur baterai lebih pendek

  • Kapasitas cepat menurun

  • Laptop bisa mati mendadak saat beban tinggi

Gunakan metode ini hanya sesekali.

4. Jadi, Mana yang Lebih Benar?

Jawaban yang paling aman untuk kesehatan baterai adalah:

Charge laptop di kisaran 20% – 80%

Tidak perlu dilepas ketika mencapai 100%, dan tidak perlu menunggu lowbat.

Ringkasannya:

Cara Penggunaan Aman? Dampak
Charge terus (tanpa dilepas) ✔ Aman Perlindungan hardware mencegah overcharge
Pakai sampai lowbat 10% ❌ Tidak disarankan sering Mempercepat degradasi baterai
Pakai sampai 0% ❌ Buruk Risiko baterai rusak permanen
Charge saat 20–40% ✔ Sangat ideal Memperpanjang umur baterai

5. Tips Agar Baterai Laptop Lebih Awet

1. Hindari panas berlebih

Panas adalah musuh utama baterai. Gunakan cooling pad atau pastikan ventilasi bersih.

2. Jangan sering 0%

Deep discharge menurunkan umur baterai drastis.

3. Gunakan charger original

Charger KW dapat merusak baterai dan IC charging.

4. Aktifkan fitur battery health (jika ada)

Beberapa brand menyediakan batas charge:

  • ASUS Battery Health Charging

  • Lenovo Conservation Mode

  • Dell Battery Protection

Mode ini menjaga baterai tetap 60–80%.

5. Cabut baterai hanya jika benar-benar perlu (model lama)

Laptop modern biasanya baterainya tanam, jadi aman digunakan sambil charge.

6. Kapan Sebaiknya Charger Dicopot?

Bukan kewajiban, tetapi disarankan untuk mencopot charger jika:

  • Suhu laptop sangat panas

  • Laptop sedang idle dan baterai penuh

  • Anda tidak butuh performa maksimal

Bukan karena khawatir overcharge, tetapi untuk menjaga suhu tetap rendah.

Kesimpulan

Jadi, mana yang benar: charge terus atau tunggu lowbat?

Laptop aman dipakai sambil di-charge terus
Tidak disarankan selalu pakai sampai lowbat
Charge di 20–80% adalah cara terbaik menjaga kesehatan baterai

Dengan perawatan yang benar, baterai laptop dapat bertahan lama dan tidak cepat drop.

Please rate us

0 / 5 Rating 5 Votes 1

Rate: